CAKRAWALAJAMPANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi salah satu pemimpin dunia yang menandatangani Board of Peace (BoP) Charter pada Kamis, 22 Januari 2026, di sela-sela pertemuan World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Penandatanganan piagam tersebut menandai dimulainya operasional badan internasional baru yang dibentuk untuk mengawal masa transisi, stabilisasi, dan proses rekonstruksi di Gaza pascakonflik.
Baca Juga: Hujan Lebat dan Angin Kencang Picu Rentetan Bencana di Sukabumi, Enam Kecamatan Terdampak
Menurut Sekretaris Kabinet, Board of Peace memiliki mandat utama untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata, menjaga stabilitas keamanan, serta mengawal proses rekonstruksi dan pemulihan tata kelola sipil di Gaza, sekaligus menjamin transisi menuju perdamaian berkelanjutan di wilayah tersebut.

Usai penandatanganan, Presiden Prabowo menyebut momen tersebut sebagai peluang bersejarah untuk mendukung upaya perdamaian di Gaza. “Saya kira ini kesempatan bersejarah… ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” ujar Kepala Negara dalam keterangannya kepada awak media di Davos. Prabowo juga menegaskan kesiapan Indonesia berperan aktif dalam forum perdamaian sebagai bagian dari komitmen kemanusiaan dan kontribusi bagi stabilitas global.
Baca Juga: Diduga Terpeleset, Warga Simpenan Ditemukan Meninggal di Area Sawah
Board of Peace merupakan inisiatif internasional yang didorong sebagai bagian dari Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict, sebuah rencana 20 poin yang didukung Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 2803 (2025). Badan ini dibentuk untuk memberikan pengawasan dan koordinasi internasional atas administrasi, stabilisasi, dan pembangunan kembali Gaza setelah masa konflik.
Inisiatif itu mengundang berbagai pemimpin dunia untuk bergabung dalam upaya mendorong perdamaian jangka panjang, dengan fokus awal pada wilayah Gaza, yang mengalami dampak besar akibat konflik yang berkepanjangan.












