CAKRAWALAJAMPANG – Hujan dengan curah cukup tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, menyebabkan terjadinya longsor pada Sabtu (10/1/2026) pagi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB di ruas Jalan Bagbagan–Mekarasih, tepatnya di Kampung Cipicung RT 10 RW 03, Desa Mekarasih.
Material longsor berasal dari tebing di sisi jalan dengan ketinggian kurang lebih 30 meter. Longsoran tanah dan bebatuan setinggi sekitar 4 meter dengan lebar mencapai 2,5 meter menutup sebagian badan jalan, sehingga arus lalu lintas kendaraan roda dua dan roda empat sempat terhambat.
Baca Juga: Wabup dan SPPI, Diskusi Strategis Dukung Terwujudnya Sukabumi Mubarakah
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi Sulaeman, menyampaikan bahwa pihaknya segera bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat. Bersama unsur pemerintah desa dan aparat setempat, P2BK melakukan peninjauan sekaligus pendataan awal di lokasi kejadian.

“Begitu ada laporan, kami langsung ke lokasi untuk melakukan assessment. Material longsor memang menutup sebagian jalan dan menyebabkan gangguan lalu lintas,” kata Dandi, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, proses evakuasi material longsor saat ini tengah dilakukan dengan bantuan alat berat berupa beko yang dipinjam dari proyek irigasi di sekitar lokasi kejadian. Pembersihan ditargetkan agar akses jalan dapat kembali digunakan secara normal oleh masyarakat.
Baca Juga: Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024
“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Saat ini fokus kami adalah percepatan pembersihan material longsor,” ujarnya.
Selain itu, P2BK Simpenan juga berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi serta unsur Forkopimcam untuk memastikan penanganan dan pengamanan di lokasi berjalan optimal.
Sejumlah pihak turut hadir dalam penanganan kejadian tersebut, di antaranya Forkopimcam Simpenan, P2BK, Satpol PP, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, serta warga setempat. Kondisi cuaca saat penanganan dilaporkan masih disertai hujan ringan.
Hingga kini, BPBD Kabupaten Sukabumi masih melakukan pemantauan lanjutan. Data terkait kerugian materiil masih dalam proses pendataan. Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama mengingat potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut masih berpeluang terjadi.












