CAKRAWALAJAMPANG – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, sejak dini hari mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Kampung Cibalukbuk, Desa Karangjaya, Rabu (21/1/2026). Longsoran berupa rumpun bambu menutup badan jalan desa hingga akses transportasi warga terputus.
Bencana tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB setelah hujan deras turun sejak pukul 01.50 WIB dengan intensitas tinggi dan durasi cukup lama. Material longsoran berasal dari tebing di sisi jalan desa yang tidak mampu menahan beban air hujan.
Baca Juga: Ambulans Desa di Nyalindung Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan Deras
P2BK Kecamatan Gegerbitung, Ofieq, menyampaikan bahwa longsor menyebabkan jalan desa tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
” Material longsoran berupa rumpun bambu menutup seluruh badan jalan desa sehingga akses warga sempat lumpuh total. Kondisi ini dipicu hujan lebat yang terjadi cukup lama,” kata Ofieq.
Ia menambahkan, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, korban luka, maupun warga yang mengungsi. Selain itu, tidak terdapat rumah warga dan lahan pertanian yang terdampak langsung akibat longsoran.
Baca Juga: Stadion Jampangkulon Masuk Tahap Peninjauan, Aspek Lahan Jadi Perhatian Utama
Sebagai respons cepat, P2BK Gegerbitung langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, Koramil, dan Polsek setempat. Tim gabungan bersama warga kemudian melakukan asesmen dan pembersihan material longsoran di lokasi kejadian.
“Saat ini pohon bambu yang menutup jalan sedang dipotong dan dibersihkan secara gotong royong bersama warga, Pemdes Karangjaya, serta unsur Forkopimcam,” jelasnya.
Penanganan di lapangan melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Forkopimcam Gegerbitung, P2BK, Tagana, Pemerintah Desa Karangjaya, BPD, PLN Unit Sukaraja, serta masyarakat setempat.
Hingga siang hari, cuaca di lokasi masih diguyur hujan. P2BK Gegerbitung mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar tebing dan jalur rawan longsor.
Pihak P2BK menegaskan bahwa laporan ini masih bersifat awal dan data akan diperbarui sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan.












