Kabupaten Sukabumi

Hujan Berhari-hari, TPT Jalan Usaha Tani di Surade Sukabumi Ambruk

×

Hujan Berhari-hari, TPT Jalan Usaha Tani di Surade Sukabumi Ambruk

Sebarkan artikel ini
Sebuah Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Cigulingan, RT 06/06, Desa Gunungsungging, dilaporkan ambruk dan mengganggu akses vital warga setempat.

CAKRAWALAJAMPANG – Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi selama beberapa hari terakhir menyebabkan kerusakan infrastruktur di Kecamatan Surade. Sebuah Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Cigulingan, RT 06/06, Desa Gunungsungging, dilaporkan ambruk dan mengganggu akses vital warga setempat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu dini hari, 16 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. TPT dengan tinggi sekitar 2,5 meter dan panjang kurang lebih 10 meter itu runtuh setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dalam durasi yang cukup lama. Kondisi tanah yang jenuh air diduga menjadi pemicu utama kegagalan struktur bangunan.

Baca Juga: Rapat Dinas Awal Tahun, Bupati Tekankan Koordinasi Penanganan Bencana

TPT yang roboh merupakan bagian dari Jalan Usaha Tani Cigulingan–Cipancur, jalur yang selama ini dimanfaatkan petani untuk mengangkut hasil pertanian sekaligus akses menuju Koperasi Desa. Akibat kejadian itu, aktivitas warga sempat tersendat karena badan jalan tertutup material longsoran.

Tidak hanya merusak akses jalan, runtuhan tanah dan batu juga menimpa lahan persawahan milik warga yang berada di bawah bangunan tersebut. Sejumlah petani khawatir kondisi ini akan berdampak pada produktivitas sawah jika tidak segera ditangani secara menyeluruh.

Mandor setempat, Misbah, menyebutkan bahwa TPT tersebut telah berdiri sekitar dua tahun. Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara terus-menerus membuat struktur tanah kehilangan daya dukung.

Baca Juga: Presiden Prabowo Kunjungi Inggris, Perkuat Kemitraan Strategis RI–Inggris
“Bangunan ini sudah sekitar dua tahun. Saat kejadian hujan deras, tanahnya tidak kuat menahan tekanan air sehingga TPT akhirnya roboh,” jelas Misbah.

Pasca kejadian, Pemerintah Desa Gunungsungging bersama warga langsung melakukan penanganan darurat. Langkah sementara dilakukan untuk mengamankan area terdampak agar jalan masih dapat dilalui serta mencegah kerusakan lanjutan pada lahan pertanian.

Saat ini, pemerintah desa masih menunggu tindak lanjut untuk perbaikan permanen. Warga pun diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan lebat kembali terjadi, mengingat potensi cuaca ekstrem masih membayangi wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page