Teknologi

Disdikbud Kota Sukabumi Percepat Transformasi Digital Pendidikan lewat Pelatihan AI dan Koding

×

Disdikbud Kota Sukabumi Percepat Transformasi Digital Pendidikan lewat Pelatihan AI dan Koding

Sebarkan artikel ini

CAKRAWALAJAMPANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi mengambil langkah strategis untuk mempercepat transformasi digital pendidikan daerah melalui pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) bagi guru SD dan SMP sepanjang tahun 2025.

Program ini tidak sekadar berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga dirancang untuk membangun kapasitas guru abad ke-21 agar adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna di ruang kelas.

Kepala Disdikbud Kota Sukabumi, Novian Restiadi, menegaskan bahwa pelatihan koding dan AI merupakan implementasi nyata Asta Cita Nomor 8, yang menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia, sains, dan teknologi.

Baca Juga: Ambulans Desa di Nyalindung Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan Deras

“Kebijakan ini selaras dengan Program Pendidikan Bermutu untuk Semua yang menjadi prioritas nasional. Pelatihan difokuskan pada peningkatan kompetensi guru sebagai pilar utama mutu pendidikan,” ujar Novian, Rabu (21/1/2026).

Ia menekankan, pemanfaatan kecerdasan artifisial ditempatkan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti peran guru. Teknologi digunakan untuk mendukung efisiensi administrasi dan pengembangan materi ajar, sementara pendidikan karakter dan nilai tetap menjadi peran sentral pendidik.

Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial tahun 2025 dilaksanakan selama 3,5 bulan dengan metode blended learning melalui skema IN-1, ON, dan IN-2. Sebanyak 74 guru, terdiri dari 46 guru SD dan 28 guru SMP, mengikuti program ini yang bekerja sama dengan Lembaga Penyelenggara Diklat Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Baca Juga: Ambulans Desa di Nyalindung Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan Deras

“Pendekatan praktik langsung diterapkan agar peserta mampu mengimplementasikan AI dalam pembelajaran, mulai dari penyusunan perangkat ajar, pengembangan media interaktif, hingga perancangan pembelajaran berdiferensiasi secara etis dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Disdikbud Kota Sukabumi menyiapkan pendampingan berkelanjutan, pembentukan komunitas praktik guru, serta forum berbagi praktik baik guna memastikan transformasi digital pendidikan berjalan konsisten dan berkelanjutan.

“Guru harus menjadi agen perubahan. Dengan literasi dan etika yang kuat, AI akan menjadi pendorong peningkatan mutu pendidikan, bukan ancaman bagi integritas,” pungkas Novian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page