CAKRAWALAJAMPANG – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kota Sukabumi pada Sabtu (24/1/2026). Akibat kejadian tersebut, belasan atap rumah warga dan beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan. Selain itu, satu unit gudang rongsok dilaporkan terbakar akibat korsleting listrik.
Berdasarkan laporan resmi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Sukabumi, rangkaian bencana alam dan nonalam ini terjadi di beberapa kecamatan, antara lain Kecamatan Lembursitu, Warudoyong, dan Cibeureum.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yosep Sabaruddin, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang sejak Sabtu sore hingga malam hari.
Baca Juga: Angin Kencang Robohkan Kubah Masjid Pesantren Jamiatul Quro, Ini Penjelasan BPBD“Hujan lebat yang disertai angin kencang menyebabkan sejumlah atap rumah warga dan bangunan mengalami kerusakan. Selain itu, terjadi satu kejadian kebakaran akibat korsleting listrik. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi,” ujar Yosep, Minggu (25/1/2026).

Kerusakan atap rumah dan bangunan tercatat di delapan titik lokasi, meliputi:
-
- Jalan Selakaso, Kelurahan Lembursitu
-
- Pesantren Jamiatul Quro, Kelurahan Dayeuh Luhur
-
- Kampung Loacopong dan Kampung Kadulawang, Kelurahan Lembursitu
-
- Jalan Proklamasi, Kampung Cicadas Hilir, Kelurahan Cikundul
-
- Jalan Gunung Karang, Kelurahan Limusnunggal
-
- Jalan Ciandam, Kelurahan Cibeureum Hilir
-
- Gang Berdikari, Kelurahan Benteng
Sementara itu, kejadian kebakaran dilaporkan terjadi di Jalan KH Ahmad Sanusi, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong. Objek yang terbakar berupa gudang rongsok dengan luas kurang lebih 500 meter persegi.
BPBD mencatat sejumlah dampak akibat cuaca ekstrem tersebut, di antaranya kerusakan atap rumah warga dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang. Selain itu, kubah dan atap masjid di Pesantren Jamiatul Quro dilaporkan ambruk dengan luas terdampak sekitar 7 x 6 meter, yang berdampak pada aktivitas sekitar 200 santri.
Baca Juga: Raih 131 Penghargaan dalam Setahun, Kota Sukabumi Tembus Panggung Internasional
Tak hanya itu, satu unit Posyandu serta dua unit rumah warga juga mengalami kerusakan. Hingga saat ini, total kerugian material masih dalam proses pendataan dan perhitungan lebih lanjut oleh petugas di lapangan.
BPBD Kota Sukabumi bersama unsur terkait telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya pengecekan dan asesmen ke lokasi kejadian, koordinasi dengan aparat wilayah setempat, serta penanganan sementara terhadap bangunan terdampak.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat dan angin kencang. Apabila terjadi kondisi darurat, segera laporkan kepada BPBD agar dapat segera ditangani,” tambah Yosep.
Penanganan di lapangan melibatkan BPBD Kota Sukabumi, aparat kewilayahan, TNI, Polri, relawan kebencanaan, serta masyarakat setempat.
Hingga laporan terakhir diterima pada Minggu, 25 Januari 2026 pukul 17.45 WIB, situasi di seluruh lokasi kejadian terpantau kondusif dan masih dalam proses penanganan.












