CAKRAWALAJAMPANG – Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Sukabumi terus diperkuat. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Sukabumi, Pemerintah Kota Sukabumi menggulirkan inovasi GENTING (Gerakan Nutrisi Telur untuk Keluarga Berisiko Stunting) sebagai langkah strategis intervensi gizi berbasis keluarga.
Program tersebut telah dilaksanakan di Kecamatan Cibeureum dan menyasar keluarga berisiko stunting, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, serta anak usia balita.
Baca Juga: Sekda Sukabumi Ikuti Sosialisasi Kemendagri, Pelaporan Program Nasional Wajib Tiap Semester
Intervensi dilakukan melalui pemberian protein hewani berupa telur yang dinilai efektif mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak pada periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (P2M) Bappeda Kota Sukabumi, Nenden Eviyanti, menegaskan bahwa GENTING bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan bagian dari kebijakan pembangunan manusia yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.
“Pemenuhan gizi, terutama protein hewani, menjadi kunci mencegah lahirnya kasus stunting baru. Karena itu, intervensi harus tepat sasaran dan dilakukan secara konsisten,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga: Satgas MBG Dorong Standar Keamanan Pangan Lebih Ketat di Sekolah Saat Ramadhan
Lebih dari sekadar distribusi nutrisi, GENTING dirancang sebagai gerakan kolaboratif lintas sektor.
Program ini melibatkan kecamatan, tenaga kesehatan, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga elemen masyarakat untuk memperkuat edukasi dan kesadaran bersama tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Dengan pendekatan terintegrasi tersebut, Pemkot Sukabumi optimistis target penurunan prevalensi stunting dapat tercapai lebih cepat, sekaligus mewujudkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.












