Kota Sukabumi

Satgas MBG Dorong Standar Keamanan Pangan Lebih Ketat di Sekolah Saat Ramadhan

×

Satgas MBG Dorong Standar Keamanan Pangan Lebih Ketat di Sekolah Saat Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan [11:23, 04/03/2026] Pk dickysopyan939: Safari Ramadan 2026, PT Jamkrindo Tegaskan Komitmen Sosial di Tegal CAKRAWALA JAMPANG.COM - Komitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat kembali ditegaskan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) melalui kegiatan Safari Ramadan 2026. Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari ulang tahun perusahaan ke-56 yang akan diperingati pada 1 Juli mendatang, sekaligus momentum memperluas manfaat sosial di bulan suci. Di Tegal, Jamkrindo menyalurkan bantuan sosial yang meliputi paket sembako gratis, santunan untuk anak yatim piatu, serta perlengkapan ibadah bagi musala. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt Direktur Utama merangkap Direktur Kelembagaan dan Layanan Abdul Bari serta Plt Direktur Bisnis Penjaminan merangkap Direktur Keuangan dan Inves… [14:04, 04/03/2026] Pk dickysopyan939: Satgas MBG Dorong Standar Keamanan Pangan Lebih Ketat di Sekolah Saat Ramadhan CAKRAWALAJAMPANG.COM - Momentum Ramadan menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi. Di SDN Kopeng I, Kecamatan Gunungpuyuh, Rabu (4/3/2026). Dok. Poto Istimewa

CAKRAWALAJAMPANG – Momentum Ramadan menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi.

Di SDN Kopeng I, Kecamatan Gunungpuyuh, perhatian kini tidak hanya tertuju pada isi menu, tetapi juga pada standar keamanan pangan dan sistem distribusinya.

Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menegaskan bahwa setiap masukan dari orang tua dan sekolah akan dijadikan bahan pembenahan menyeluruh.

Baca Juga: Safari Ramadan 2026, PT Jamkrindo Tegaskan Komitmen Sosial di Tegal

Menurutnya, program MBG bukan sekadar pembagian makanan, melainkan bagian dari upaya membangun pola konsumsi sehat dan aman bagi siswa.

“Selama bulan puasa, menu yang disalurkan disesuaikan menjadi makanan kering agar lebih praktis dibawa pulang,” kata Andri, Rabu (4/3/2026).

Namun dalam praktiknya, ada sejumlah catatan teknis yang dinilai perlu diperbaiki, terutama pada aspek pengemasan dan kejelasan informasi produk.

“Keamanan pangan itu tidak hanya soal kandungan gizi, tetapi juga bagaimana makanan dikemas, dibawa, dan diterima dalam kondisi baik,” ujarnya saat melakukan monitoring ke dapur penyedia layanan.

Baca Juga: BPKP Jabar Mulai Evaluasi Perencanaan APBD Sukabumi hingga 6 Maret 2026

Satgas kini mendorong penggunaan kemasan yang lebih kuat serta prosedur pengecekan akhir sebelum distribusi. Selain itu, edukasi sederhana kepada siswa mengenai jenis dan kondisi makanan yang diterima juga dianggap penting untuk mencegah kesalahpahaman.

Dari sisi penyedia dapur, pihak SPPG menyatakan komitmen untuk meningkatkan standar operasional, termasuk memastikan kualitas kemasan dan variasi menu agar lebih beragam.

Pihak sekolah menyambut baik langkah evaluasi tersebut. Mereka berharap penguatan sistem ini dapat meningkatkan kepercayaan orang tua sekaligus memastikan program MBG benar-benar memberikan manfaat optimal, baik dari sisi gizi maupun keamanan konsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page