CAKRAWALAJAMPANG – Momentum Ramadan menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi.
Di SDN Kopeng I, Kecamatan Gunungpuyuh, perhatian kini tidak hanya tertuju pada isi menu, tetapi juga pada standar keamanan pangan dan sistem distribusinya.
Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menegaskan bahwa setiap masukan dari orang tua dan sekolah akan dijadikan bahan pembenahan menyeluruh.
Baca Juga: Safari Ramadan 2026, PT Jamkrindo Tegaskan Komitmen Sosial di Tegal
Menurutnya, program MBG bukan sekadar pembagian makanan, melainkan bagian dari upaya membangun pola konsumsi sehat dan aman bagi siswa.
“Selama bulan puasa, menu yang disalurkan disesuaikan menjadi makanan kering agar lebih praktis dibawa pulang,” kata Andri, Rabu (4/3/2026).
Namun dalam praktiknya, ada sejumlah catatan teknis yang dinilai perlu diperbaiki, terutama pada aspek pengemasan dan kejelasan informasi produk.
“Keamanan pangan itu tidak hanya soal kandungan gizi, tetapi juga bagaimana makanan dikemas, dibawa, dan diterima dalam kondisi baik,” ujarnya saat melakukan monitoring ke dapur penyedia layanan.
Baca Juga: BPKP Jabar Mulai Evaluasi Perencanaan APBD Sukabumi hingga 6 Maret 2026
Satgas kini mendorong penggunaan kemasan yang lebih kuat serta prosedur pengecekan akhir sebelum distribusi. Selain itu, edukasi sederhana kepada siswa mengenai jenis dan kondisi makanan yang diterima juga dianggap penting untuk mencegah kesalahpahaman.
Dari sisi penyedia dapur, pihak SPPG menyatakan komitmen untuk meningkatkan standar operasional, termasuk memastikan kualitas kemasan dan variasi menu agar lebih beragam.
Pihak sekolah menyambut baik langkah evaluasi tersebut. Mereka berharap penguatan sistem ini dapat meningkatkan kepercayaan orang tua sekaligus memastikan program MBG benar-benar memberikan manfaat optimal, baik dari sisi gizi maupun keamanan konsumsi.












