CAKRAWALAJAMPANG – Satuan Tugas MBG Kota Sukabumi, memprioritaskan kegiatan tatap muka langsung dengan penerima manfaat untuk mengetahui kondisi sesungguhnya di lapangan.
Hal itu disampaikan, Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, saat mengunjungi Yayasan Misbahul Aulad, Senin (2/2/2026).
Baca Juga: IHSG Ambruk, Pejabat BEI–OJK Berguguran: Krisis Kepercayaan Terparah Sejak 1998
“Kami akan terus melakukan kunjungan lapangan guna memastikan pelaksanaan program MBG berjalan baik dan lancar tanpa kendala,” kata Andri.
Dia juga mengapresiasi sambutan dari Pembina Yayasan Misbahul Aulad Muhamad Soleh dan jajaran yang bersikap kooperatif.
Menurut Andri, program MBG tidak terlepas dari berbagai dinamika yang berkembang, termasuk adanya sorotan positif maupun negatif.
Namun demikian, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, program ini memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan keluarganya.
“Di sini anak-anak mendapatkan sarapan. Bisa jadi ada yang belum sempat sarapan dari rumah,” katanya.
Pembina Yayasan Misbahul Aulad, Muhammad Soleh, menuturkan bahwa tinjauan lapangan sangat penting untuk mengetahui progres dan kualitas pelaksanaan program MBG secara langsung.
Baca Juga: Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi Per 1 Februari 2026
“Jika ditemukan kejanggalan, tim bisa langsung memberikan teguran, saran, dan masukan. Kalau hanya berdasarkan laporan, bisa saja kurang akurat. Karena itu, cara terbaik adalah turun langsung ke dapur,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang siswi bernama Rarisa mengaku menu makanan yang disajikan terasa enak, meski ada beberapa jenis makanan yang kurang ia sukai.
“Enak-enak sih makanannya, cuma ada yang kurang suka seperti telur dan buncis,” katanya.
Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah, Een Suhendar mengusulkan pada pengelola MBG agar menu makanan lebih bervariatif.
“Saya usulkan untuk menggugah selera makan pada siswa, menu yang disajikan juga harus bervariasi,” ujarnya.
Yang tidak kalah pentingnya adalah faktor ketepatan waktu.
“Pernah terjadi, kiriman makanan datang saat para siswa sudah pada pulang. Sedangkan makanan itu tidak bisa dimakan keesokan harinya,” ucapnya.











