Nasional

Mentan: Penanaman Kopi dan Kakao di Dataran Tinggi Jadi Solusi Jangka Panjang Cegah Longsor

×

Mentan: Penanaman Kopi dan Kakao di Dataran Tinggi Jadi Solusi Jangka Panjang Cegah Longsor

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman

CAKRAWALAJAMPANG – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah akan mengembangkan penanaman komoditas perkebunan seperti kopi dan kakao di kawasan dataran tinggi. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat daya dukung lingkungan, khususnya dalam menekan laju erosi serta meminimalkan risiko banjir dan tanah longsor. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.

Amran mengungkapkan, program penanaman tersebut mencakup luasan sekitar 870.000 hektare yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan dukungan anggaran mencapai Rp 9,95 triliun. Selain aspek konservasi lingkungan, program ini juga dirancang untuk mendorong hilirisasi produk perkebunan nasional.

Baca Juga: Bupati Sukabumi Kukuhkan Lebih dari 11 Ribu Satlinmas dan Satgas Linmas

“Ini merupakan program arahan langsung Bapak Presiden. Tahun ini kita akan menanam tanaman perkebunan yang sekaligus mendukung hilirisasi dan berfungsi menahan erosi. Luasannya sekitar 870.000 hektare di seluruh Indonesia dengan anggaran Rp 9,95 triliun,” ujar Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Berdasarkan hasil peninjauan Kementerian Pertanian di lokasi bencana longsor di Jawa Barat, Amran menilai masih banyak kawasan pegunungan dengan kemiringan lahan cukup curam—sekitar 30 hingga 45 derajat—yang ditanami komoditas hortikultura. Menurutnya, pola tanam tersebut kurang tepat karena tanaman hortikultura tidak memiliki kemampuan optimal dalam menahan erosi.

“Kondisi ini harus kita benahi. Komoditasnya perlu diubah. Wilayah dataran tinggi seharusnya ditanami tanaman keras seperti kopi, alpukat, kelapa, kakao, dan sejenisnya. Sementara hortikultura diarahkan ke wilayah lembah,” jelasnya.

Baca Juga: Kapolsek Purabaya Inisiasi Penanaman Jagung Hibrida untuk Perkuat Ketahanan Pangan Desa

Amran menambahkan, tanaman perkebunan memiliki sistem perakaran yang lebih kuat sehingga mampu menjaga kestabilan tanah dan menekan potensi terjadinya bencana. Oleh karena itu, perubahan pola komoditas ini dipandang sebagai solusi jangka panjang dalam penataan sektor pertanian di daerah rawan longsor.

“Ini sangat penting untuk kita lakukan, dan anggarannya sudah kami siapkan. Tanaman tahunan juga sudah kami siapkan,” katanya.

Saat ini, tim Kementerian Pertanian masih melakukan pendataan dan inventarisasi kebutuhan di lapangan sebagai tindak lanjut kebijakan tersebut. Amran menegaskan bahwa pengalihan jenis tanaman di lahan miring merupakan langkah permanen guna mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.

“Banyak daerah pegunungan yang justru ditanami hortikultura di lahan miring. Data inventarisasinya masih kami tunggu, dan tim sudah kami perintahkan untuk segera bekerja di lapangan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page