CAKRAWALAJAMPANG – Bencana tanah longsor melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan puluhan rumah warga tertimbun material longsoran.
Berdasarkan laporan sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga pukul 10.30 WIB sebanyak 83 orang masih dalam proses pencarian. BNPB menyatakan bahwa jumlah korban masih berpotensi berubah seiring berlangsungnya operasi pencarian dan evakuasi di lapangan.
Baca Juga: BKPSDM Kota Sukabumi Minta Kuasa Pengguna Anggaran Pedomani Regulasi Pengadaan Terbaru
“Data korban masih bersifat dinamis. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan mengutamakan keselamatan petugas di tengah kondisi medan yang berat,” ujar perwakilan BNPB dalam keterangan resminya.
Tanah longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB saat sebagian besar warga tengah terlelap. Material tanah dan lumpur meluncur secara tiba-tiba dan menimbun permukiman warga.

Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menyampaikan bahwa sebelum kejadian, wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang selama dua hari berturut-turut. Kondisi tersebut diduga menjadi faktor utama pemicu longsor.
Baca Juga: BPBD Kota Sukabumi Ingatkan Bahaya Pohon Tumbang Sebab Angin Kencang
Sementara itu, Kapolsek Cisarua AKP AY Yogaswara menjelaskan bahwa peristiwa longsor diawali dengan suara gemuruh keras yang terdengar oleh warga. Tak lama kemudian, material tanah dan lumpur meluncur dari Kampung Pasirkuning hingga Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu.
“Warga sempat mendengar suara gemuruh cukup keras, kemudian tanah dan lumpur langsung bergerak menimbun rumah-rumah di bawahnya,” kata Yogaswara.
Hingga saat ini, proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, serta dibantu masyarakat setempat. Pemerintah daerah bersama BNPB juga telah menetapkan langkah-langkah penanganan darurat, termasuk pendirian posko, pendataan korban, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.












