Berita Utama

Hujan Deras Picu Robohnya Bangunan Pesantren di Surade Sukabumi

×

Hujan Deras Picu Robohnya Bangunan Pesantren di Surade Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Anggota Satpol PP Kecamatan Surade dan pihak terkait saat mendatangi lokasi pesantren di Surade yang ambruk

CAKRAWALAJAMPANG – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Surade sejak Sabtu malam berujung pada robohnya sebuah bangunan pesantren di Kampung Naringgul, Desa Jagamukti, Minggu (11/1/2026). Bangunan yang digunakan sebagai Madrasah Diniyah itu ambruk total diduga akibat faktor cuaca dan usia bangunan yang sudah tidak layak.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Meski bangunan roboh secara menyeluruh, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena aktivitas pengajian belum dimulai saat insiden terjadi.

Baca Juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Jawa Barat, Sukabumi Raya Berpotensi Hujan Lebat

Menurut keterangan saksi, sebelum bangunan runtuh terdengar suara retakan keras dari dalam bangunan. Tak lama kemudian, bangunan tersebut ambruk dan menyisakan puing-puing material.

“Awalnya terdengar suara seperti kayu patah, lalu bangunan langsung roboh,” ujar Dede Baesusi, warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut.

Penampakan bangunan ponpes di Kampung Naringgul, Desa Jagamukti, yang ambruk pada Minggu (11/1/2026).

Laporan warga segera ditindaklanjuti oleh pemerintah desa dan unsur Muspika Kecamatan Surade. Aparat gabungan yang terdiri dari pemerintah kecamatan, Polsek Surade, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, serta petugas P2BK langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan penanganan awal.

Anggota Satpol PP Kecamatan Surade, Solih Sunarya, mengatakan kehadiran petugas difokuskan pada pengamanan lokasi dan antisipasi bahaya lanjutan.

Baca Juga: ‎Layanan Kemoterapi RSUD Bunut, Jawab Tuntutan Warga Pengidap Kanker

“Kami memastikan area aman dan tidak ada warga yang mendekat ke puing bangunan, sekaligus membantu proses pembersihan bersama warga,” ujarnya.

Petugas dan masyarakat setempat bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang roboh. Selain itu, warga sekitar juga diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Hingga Minggu siang, proses pembersihan masih berlangsung dan pihak desa tengah melakukan pendataan terkait kerugian material akibat kejadian tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page