CAKRAWALAJAMPANG – Gelombang demonstrasi besar yang digerakkan oleh generasi muda (Gen Z) mengguncang Bulgaria dan berujung pada runtuhnya pemerintahan pada 11 Desember 2025. Tekanan publik yang terus meningkat akhirnya memaksa Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov mengundurkan diri dari jabatannya.
Aksi protes yang dipelopori Gen Z tersebut berlangsung selama beberapa pekan di berbagai kota besar, termasuk Sofia. Para demonstran menuntut reformasi politik, transparansi pemerintahan, serta perbaikan kondisi ekonomi dan lapangan kerja yang dinilai tidak berpihak pada generasi muda.
Baca Juga: Presiden AS Donald Trump Perluas Larangan Perjalanan ke Puluhan Negara
Tekanan jalanan semakin kuat ketika ribuan anak muda turun langsung ke pusat pemerintahan dan gedung parlemen. Aksi itu memperparah krisis politik yang sebelumnya telah dipicu oleh rapuhnya koalisi pendukung pemerintah di parlemen.
Pengunduran diri Rosen Zhelyazkov menandai berakhirnya masa pemerintahan Bulgaria, sesuai dengan ketentuan konstitusi yang menyatakan kabinet otomatis bubar ketika perdana menteri mundur. Presiden Bulgaria selanjutnya akan mengambil langkah konstitusional, termasuk kemungkinan menunjuk pemerintahan sementara atau menggelar pemilu lebih awal.
Baca Juga: Wali Kota Sukabumi Turun Langsung Temui Warga Lembursitu Dalam OPADI
Peristiwa ini menjadi sorotan internasional karena menunjukkan besarnya pengaruh politik Gen Z dalam menentukan arah pemerintahan, sekaligus menambah daftar negara Eropa yang mengalami ketidakstabilan politik akibat tekanan publik dan gerakan kaum muda.












