CAKRAWALAJAMPANG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menandatangani komitmen kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengembangkan lima proyek transportasi berbasis rel. Penandatanganan ini dilakukan bersama seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Barat, disaksikan oleh pejabat Kementerian Perhubungan, Selasa (25/11/2025).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa pengembangan jaringan kereta api menjadi bagian dari strategi besar percepatan konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: HUT ke-80 PGRI, Camat Jampangkulon Ajak Guru Terus Menguatkan Pendidikan
“Ini langkah penting bagi masa depan transportasi Jawa Barat,” ujar Dedi dalam keterangannya.
Lima Proyek Strategis Kereta Api:
1. Kereta Pariwisata “Jakalalana”
Kereta wisata rute Jakarta – Bogor – Sukabumi – Cianjur, yang diharapkan menjadi ikon baru pariwisata Jawa Barat.
2. Kereta Logistik Pertanian dan Perdagangan
Gerbong khusus angkutan hasil pertanian dan barang perdagangan dengan rute Jakarta – Cirebon – Banjar, untuk mempercepat arus distribusi komoditas daerah.
Baca Juga: Apresiasi untuk Guru, Kadisdik Sukabumi Dorong Penguatan Karakter Pendidikan
3. Kereta Listrik Padalarang – Cicalengka
Pengembangan layanan KRL Bandung Raya untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dan mengurangi kemacetan.

4. Jalur Nampo – Citayam Rencana pembukaan layanan rel baru di kawasan penyangga Jabodetabek.
5. Kereta Kilat “Pajajaran”
Proyek kereta cepat regional yang memungkinkan perjalanan:
- Gambir – Bandung ditempuh hanya 1,5 jam,
- Bandung – Garut – Tasik – Banjar sekitar 2 jam.
Dedi menegaskan bahwa kelima proyek ini membutuhkan dukungan pendanaan besar serta kolaborasi lintas instansi.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Tekankan Sinergitas Wilayah di Tengah Prediksi Pemotongan Anggaran Pusat
“Doakan kami bisa mendapatkan dana untuk mewujudkan cita-cita besar ini. Semoga Pemda Jawa Barat berjodoh dengan PT KAI,” ucapnya.
Ia optimistis pembangunan jaringan kereta baru ini akan membuka peluang ekonomi baru, memperkuat pariwisata, serta meningkatkan akses masyarakat di banyak wilayah Jawa Barat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pembahasan detail teknis dimulai dalam waktu dekat bersama PT KAI dan Kementerian Perhubungan.












