CAKRAWALAJAMPANG – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN) sebagai kunci utama dalam mewujudkan transformasi birokrasi dan percepatan pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Ayep saat membuka kegiatan Sosialisasi Manajemen Talenta ASN yang digelar di Kota Sukabumi, Kamis (14/11/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Regional III BKN Bandung Wilayah Jawa Barat dan Banten, Wahyu, S.Kom., M.A.P., serta Kepala BKPSDM Kota Sukabumi, Taufik Hidayah.
Dalam arahannya, Ayep menekankan bahwa penguatan kapasitas ASN harus menjadi prioritas untuk membangun birokrasi yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan era digital.
Baca Juga: KPK Digugat Praperadilan, Dinilai Hentikan Pengusutan Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024“Pelayanan publik yang unggul lahir dari SDM yang unggul. Karena itu, kami terus mendorong peningkatan kapasitas ASN, termasuk pelatihan berbasis teknologi seperti Artificial Intelligence (AI),” ujar Ayep.
Menurutnya, Pemerintah Kota Sukabumi telah menyiapkan tiga tingkatan pelatihan kompetensi, yakni dasar, lanjutan 1, dan lanjutan 2, yang akan dilanjutkan dengan pelatihan basic mentality mulai akhir tahun 2025 hingga 2026.
Ayep menilai, keberhasilan pembangunan tidak dapat dipisahkan dari kualitas ASN yang berpikiran maju dan berorientasi hasil.
“Masalah pengangguran, kemiskinan, stunting, dan sektor informal tidak akan selesai tanpa dukungan ASN yang profesional. Tiga tahun pertama adalah masa kerja keras membenahi sistem dan SDM, tahun keempat hasilnya mulai terlihat,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah memerlukan tim kerja yang solid, berintegritas, dan memiliki keahlian di bidang-bidang prioritas seperti ekonomi, pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan.
“Itulah empat pilar utama yang menjadi fokus kami. SDM adalah mesin penggerak di balik semuanya,” kata Ayep.
Sementara itu, Kepala BKN Regional III, Wahyu, memberikan apresiasi terhadap langkah proaktif Pemkot Sukabumi dalam penerapan manajemen talenta ASN. Menurutnya, komitmen tersebut telah dituangkan dalam perjanjian resmi antara Pemkot Sukabumi dan BKN.
“Manajemen talenta bukan sekadar konsep administratif, tapi strategi untuk memastikan setiap ASN bekerja sesuai potensi dan kompetensinya. Dalam struktur pemerintahan, wali kota adalah pilot, ASN mesinnya, dan masyarakat penumpangnya. Agar pesawat bisa terbang stabil, semua bagian harus berfungsi dengan baik,” ungkap Wahyu.
Ia menjelaskan, wilayah kerja BKN Regional III yang meliputi dua provinsi, 13 kota, dan 22 kabupaten saat ini tengah melakukan pemetaan potensi dan kompetensi terhadap lebih dari 23 ribu ASN.
Di Kota Sukabumi sendiri, sekitar 450 ASN akan menjalani proses pemetaan tersebut hingga akhir Desember 2025.
“Dengan pemetaan ini, pemerintah daerah dapat menempatkan ASN di posisi yang paling sesuai dengan kapasitasnya. Hasil akhirnya adalah birokrasi yang efisien, responsif, dan mampu mewujudkan visi besar kepala daerah,” pungkasnya.












