CAKRAWALAJAMPANG – Indonesia kembali mencatat inovasi di bidang energi terbarukan melalui hadirnya Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!), bahan bakar alternatif yang diklaim ramah lingkungan dan memiliki kadar oktan tinggi. Produk ini tengah menjadi sorotan publik setelah resmi diperkenalkan di Bumi Sultan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada awal November 2025.
Bobibos dikembangkan oleh tim peneliti dan inovator lokal dengan bahan baku utama jerami dan limbah pertanian. Menurut keterangan pengembang, bahan bakar ini memiliki kadar oktan (RON) mencapai 98 serta menghasilkan emisi yang nyaris nol. Dengan karakteristik tersebut, Bobibos disebut berpotensi menjadi alternatif bahan bakar ramah lingkungan yang dapat diproduksi secara mandiri di dalam negeri.
Baca Juga: Prabowo Putuskan Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Sekolah, Tandai Era Baru Hubungan Indonesia–BrasilPeluncuran perdana Bobibos disaksikan langsung oleh sejumlah tokoh daerah dan pejabat pemerintah, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yangmenyatakan siap menjalin kerja sama untuk uji coba dan produksi massal di Jawa Barat.
“Kita akan bantu fasilitasi agar Bobibos dapat diuji lebih luas dan diproduksi dalam skala besar. Inovasi ini sangat penting bagi kemandirian energi nasional,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari akun Instagram resmi miliknya, Rabu (12/11/2025)).

Sementara itu, kapasitas produksi Bobibos saat ini masih terbatas, yakni sekitar 300 liter per hari pada tahap uji coba di laboratorium dan lapangan. Produk tersebut belum dijual secara komersial karena masih menunggu hasil uji sertifikasi dan verifikasi teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyambut baik inovasi tersebut namun mengingatkan pentingnya standarisasi mutu dan izin resmi sebelum dapat dipasarkan.
“Kita dukung setiap inovasi anak bangsa, tapi produk seperti ini harus melalui uji laboratorium, verifikasi kualitas, dan izin edar sesuai regulasi energi nasional,” ujar Bahlil, dikutip dari DetikOto (6/11/2025).
Baca Juga: Cinta yang Menggerakkan Keadilan: Kisah Nenek 91 Tahun yang Mencuri Demi Menyelamatkan SuamiBobibos diklaim mampu digunakan untuk berbagai jenis kendaraan berbahan bensin tanpa perlu modifikasi mesin. Namun, para ahli energi menilai bahwa keberhasilan komersialisasi Bobibos akan sangat bergantung pada uji performa jangka panjang, efisiensi pembakaran, dan kestabilan suplai bahan baku jerami.
Apabila uji teknis dan legalitasnya disetujui, Bobibos berpotensi menjadi solusi energi hijau nasional sekaligus memberdayakan petani lokal dengan memanfaatkan limbah pertanian menjadi sumber energi bernilai ekonomi tinggi.
“Jika semua proses berjalan baik, Bobibos bisa menjadi kebanggaan nasional — bahan bakar karya anak bangsa yang benar-benar ramah lingkungan dan berbasis sumber daya lokal,” ungkap Dedi Mulyadi menutup keterangannya.












