Internasional

Topan Fung-wong Terjang Filipina, 10 Tewas dan 1,4 Juta Warga Mengungsi

×

Topan Fung-wong Terjang Filipina, 10 Tewas dan 1,4 Juta Warga Mengungsi

Sebarkan artikel ini
(Image: by John DIMAIN / AFP)

CAKRAWALAJAMPANG – Badai super Fung-wong atau yang juga dikenal sebagai Topan Uwan melanda Filipina bagian utara pada Senin (10/11/2025), menyebabkan hujan deras, banjir bandang, dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas, sementara lebih dari 1,4 juta warga harus mengungsi akibat dampak badai tersebut.

Menurut laporan Al Jazeera, provinsi Catanduanes, Eastern Samar, Nueva Vizcaya, dan Ifugao menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Angin kencang disertai gelombang tinggi menghancurkan ratusan rumah, menumbangkan pohon, serta merusak jaringan listrik dan jalur transportasi.

Baca Juga: Sekretariat Kabinet Umumkan Jadwal Terbaru Program Magang Nasional Batch 2

Badan penanggulangan bencana Filipina menyatakan, ribuan warga masih bertahan di tempat penampungan sementara. Pemerintah juga menetapkan status darurat nasional untuk mempercepat proses evakuasi dan penyaluran bantuan logistik ke wilayah-wilayah terdampak.

(Image: by John DIMAIN / AFP)

Topan Fung-wong datang hanya beberapa pekan setelah Topan Kalmaegi melanda wilayah tengah Filipina dan menimbulkan kerusakan luas. Para ahli menyebut, meningkatnya frekuensi badai ekstrem di kawasan Pasifik menjadi sinyal kuat dampak perubahan iklim yang makin terasa di negara-negara kepulauan Asia Tenggara.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Rapat Khusus di Halim Sebelum Bertolak ke Australia

Otoritas meteorologi Filipina memperkirakan, sistem badai ini akan terus bergerak ke arah barat laut menuju Laut Cina Selatan dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah setempat mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan tanah longsor di area pegunungan.

Badai super seperti Fung-wong menjadi pengingat bahwa kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, harus terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan memperkuat sistem peringatan dini bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page