CAKRAWALAJAMPANG – Musim hujan yang datang lebih awal tahun ini membuat warga Kabupaten Sukabumi diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jawa Barat mulai memasuki musim hujan sejak Agustus 2025 dan terus meluas hingga November. Kabupaten Sukabumi termasuk dalam kategori awas, karena curah hujan diprakirakan berada di atas normal.
Fenomena hujan dini ini membawa dua dampak. Di satu sisi, kondisi tersebut dapat membantu sektor pertanian dengan mempercepat masa tanam. Namun di sisi lain, berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, dan genangan air di wilayah dataran rendah.
Baca Juga: Pemkot Sukabumi Bangun Mentalitas ASN Unggul Lewat Pelatihan Basic MentalitySekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan perubahan cuaca yang terjadi.
“Curah hujan yang tinggi dan berlangsung terus-menerus perlu diwaspadai. Warga di daerah perbukitan dan bantaran sungai harus ekstra hati-hati,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Pemerintah daerah, lanjut Ade, telah memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, serta para camat. Pemantauan rutin terhadap kondisi sungai, lereng, dan pergerakan tanah juga dilakukan untuk mencegah risiko bencana yang lebih besar.
“Langkah antisipatif jauh lebih penting daripada reaksi setelah kejadian,” tegasnya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, posko siaga bencana mulai diaktifkan di sejumlah kecamatan dengan tingkat kerawanan tinggi. Warga diimbau segera melapor apabila menemukan tanda-tanda bahaya, seperti retakan tanah, air sungai yang mendadak keruh dan meningkat debitnya, atau pohon tumbang akibat angin kencang.
Ade juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan bencana.
Baca Juga: Groundbreaking Pembangunan Gedung Karlinah RS DKH Cibadak, Wabup Sukabumi: Mitra Strategis Perkuat Layanan Kesehatan“Jangan buang sampah ke sungai, bersihkan saluran air, dan pastikan drainase di sekitar rumah tidak tersumbat. Langkah kecil ini sangat penting untuk keselamatan bersama,” katanya.
Sementara itu, BMKG memperkirakan curah hujan tinggi di wilayah Sukabumi akan berlangsung hingga awal 2026, dengan puncak intensitas pada bulan Desember. Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG.
“Dengan kesiapan dan kewaspadaan semua pihak, diharapkan dampak musim hujan dapat diminimalkan, sehingga masyarakat Sukabumi tetap aman dan dapat beraktivitas dengan tenang,” tutup Ade.












