CAKRAWALAJAMPANG — SMAN 1 Ciracap menjadi salah satu sekolah negeri yang rutin mengunjungi Desa Wisata Hanjeli, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi. Setiap tahun, sekolah ini mengajak para siswa untuk belajar langsung mengenai potensi lokal, dan tahun ini bahkan direncanakan adanya kerja sama kunjungan berkelanjutan.
Di bawah bimbingan Guru, Bapak Beni Bunyamin atau yang akrab disapa Babab, para siswa tidak hanya diajak untuk berwisata, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan edukatif. Mereka belajar mengenal tanaman hanjeli, proses pertanian dan pengolahannya, serta tata kelola dan ekosistem yang dibangun masyarakat di Desa Wisata Hanjeli.
Kunjungan ke Hanjeli bukan sekadar kegiatan rekreasi, melainkan pengalaman pembelajaran yang mendalam tentang pemberdayaan masyarakat lokal, wirausaha sosial, serta konsep Community Based Tourism (CBT) dan pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism). Dalam kegiatan ini, siswa juga dapat melihat langsung bagaimana peran ibu-ibu desa sebagai pendukung kegiatan dan anak muda sebagai penggerak utama roda ekonomi desa.
Menariknya, sekitar 85 persen pengunjung Desa Wisata Hanjeli berasal dari luar Kabupaten Sukabumi. Karena itu, Babab berharap agar lebih banyak sekolah negeri di Sukabumi ikut berpartisipasi mengenal kearifan pangan lokal melalui kegiatan edukatif seperti ini, sejalan dengan Program Panca Waluya.
Menurutnya, dukungan Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata sangat penting dalam memberikan arah kebijakan agar desa wisata seperti Hanjeli dapat terus berjalan dan berkontribusi meningkatkan ekonomi lokal.
“Kami berharap kepala sekolah dan guru-guru dapat mengarahkan siswa untuk belajar ke desa-desa yang memiliki nilai inovasi dan kreativitas. Kegiatan seperti ini bisa menjadi sarana outdoor learning maupun pendukung pembelajaran vokasi di Sukabumi,” ujar Babab.
Desa Wisata Hanjeli kini menjadi contoh nyata bagaimana edukasi, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dari Jampang untuk Indonesia.












