CAKRAWALAJAMPANG – Di balik peristiwa kebakaran yang terjadi Kamis (28/2/2026) di Kampung Tegalwangi RT 04 RW 02 Kelurahan Sukakarya Kecamatan Warudoyong ada sosok penting yang melokalisir kobaran api agar tidak meluas ke rumah-rumah lain disekelilingnya.
Dia adalah Bah Duduh yang tempat tinggalnya, berdempetan dengan lokasi kebakaran. Saat api berkobar, dengan gagah berani ia menghentikan pergerakan api yang menyala-nyala.
Baca Juga: Kebakaran Rumah Lansia di Warudoyong, Surat-Surat Penting Hangus Dilalap Api
“Saya naik ke atas mesin cuci untuk membuka satu per satu genting rumah yang posisinya bersebelahan dengan bangunan rumah yang terbakar. Alhamdulillah, api tidak sampai menjalar ke rumah-rumah lain,” kata Duduh.
Namun perjuangan dia harus dibayar mahal setelah pelipis terbentur tembok dan lukanya menguarkan darah.
“Abah saat itu tidak tahu kalau pelipis sebelah kiri luka robek. Dibenak abah cuma satu, api jangan sampai membakar rumah abah dan rumah warga lainnya,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan pemilik rumah Atih Atikah (70) mengaku kehilangan beberapa surat berharga diantaranya sertifikat rumah, handphone, KK, KTP dan barang-barang milik pribadinya.
“Saya mohon pada pemerintah, untuk membantu mendirikan kembali rumah saya yang hancur. Apalagi sekarang saya sedang menjalankan ibadah puasa,” pungkasnya.
Baca Juga: Muhibah Ramadan Jadi Ajang Silaturahmi dan Evaluasi Kinerja Pemkab Sukabumi
Sementara itu Kanit Binmas Polsek Warudoyong Iptu Bambang Sujana mengajak warga untuk mengecek secara berkala instalasi listrik di rumah masing-masing.
“Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi siapapun untuk mengecek instalasi listrik di tempat masing karena ada masa tenggat waktunya,” tandasnya.
Namun demikian peran dari personel pemadam kebakaran (Damkar) dalam proses menjinakkan api patut diacungi jempol.
“Peran Damkar dalam memadamkan api sangat besar. Karena lokasi kebakaran berada di gang sempit. Terlambat sedikit saja api bisa menyambar rumah-rumah lain,” kata seorang warga.












